Selamat Datang!

Belantara Aksara merupakan gerakan yang digagas oleh sekelompok pemuda Desa Lowa lewat buku serta aktivitas-aktivitas kreatif lainnya demi memperluas wawasan sekaligus membantu kemajuan NKRI.


Belantara Aksara tidak hanya terfokus pada Taman Bacaan tetapi juga Taman Kreasi. Di sini, kami mengadakan berbagai kegiatan yang membuka wawasan luas (terutama wawasan nyentrik positif yang tidak diajarkan di sekolah formal).


Kalian bisa menghubungi kami lewat kontak berikut:

by

Di Perbatasan Rusia, Berdiri Sebuah Kerajaan Dongeng Dari Masa Lampau

Di perbatasan Estonia dan Rusia yang masih menjadi sengketa, berdiri sebuah kerajaan dongeng. Mereka memiliki kepercayaan kuno yang masih eksis hingga kini. Kerajaan ini dikenal sebagai Kerajaan Setomaa. Para Seto, sebutan untuk penduduk Kerajaan Setomaa telah berjuang keras untuk mempertahankan kebudayaan dan tradisi mereka selama berabad-abad. Termasuk nyanyian kuno mereka, yang baru-baru ini diakui sebagai salah satu the Intangible Cultural Heritage of Humanity oleh UNESCO.


Kerajaan Setomaa memiliki raja dan ratu yang dipilih setiap tahunnya. Mereka dipercaya untuk berkomunikasi dengan Dewa Peko melalui mimpi, untuk kemudian meneruskan pesan sang dewa kepada masyarakat Seto lainnya. Salah satu perayaan terbesar bagi orang Seto adalah perayaan hari keagamaan Rusia Ortodoks. Banyak dari mereka yang akan datang dari Estonia dan melintasi perbatasan Rusia untuk merayakan hari besar itu.


Ritual Keagamaan

Keyakinan yang dianut kaum Seto termasuk unik. Mereka selain menganut Kristen Orthodoks (anak-anak Seto akan dikristenkan segera setelah mereka lahir ke dunia) juga memuja dewa-dewi bumi. Meski kaum ini merupakan kaum kuno, tetapi mereka juga telah membentuk tradisi baru, lengkap dengan keyakinan mereka sendiri, untuk mencegah gelombang modernisasi terhadap identitas budaya mereka.

Salah satu hari paling penting bagi kaum Seto adalah maar´apäiv , perayaan Besar-besaran Hari Tertidurnya Dewa Ibu yang jatuh pada bulan Agustus. Di hari itu, meski banyak orang yang tinggalnya sangat jauh dari Gereja Varvara, mereka akan tetap berusaha datang ke sana.


Ancaman Perbatasan

Sayangnya, beberapa waktu lalu mereka menghadapi ancaman perbatasan antara Rusia dan Estonia yang membagi orang-orang Seto. Perbatasan itu hadir dan menghancurkan kehidupan sehari-hari mereka. Pada tahun 1990-an, Estonia telah menikmati kemerdekaan dari Uni Soviet. Perbatasan yang muncul akibat lepasnya Estonia, bukan hanya membagi Kerajaan Setomaa menjadi sisi Rusia dan Estonia, melainkan juga membagi kaum Seto. Begitu pula dengan lahan pertanian, gereja, dan pemakaman.


Namun, pada akhirnya perbatasan itu memicu orang Seto untuk mulai berpikir bahwa diri mereka berbeda dari Rusia maupun Estonia. Mejadi tersisih akibat perbatasan membuat mereka bersatu. Karena kedua negara tersebut tidak dapat memutuskan arah kebijakan mereka terhadap perbatasan, maka akhirnya kaum Seto pun mendeklarasikan diri mereka sebagai entitas yang bersatu: Kerajaan Setomaa.

Hingga kini, keyakinan dan peraturan yang kaum Seto anut masih ada. Mereka menjaga budaya dan tradisi tersebut dari generasi ke generasi.

Sumber: National Geographic, visitsetomaa.ee
Kredit Foto: JÉRÉMIE JUNG


0 comments:

Post a Comment